ANALISIS TINGKAT KEPADATAN LALAT DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH AIR SEBAKUL KOTA BENGKULU

Pituari Pituari, Dirhan Dirhan, Murtiningsih Murtiningsih

Abstract


Angka kepadatan lalat merupakan salah satu cara penilaian sanitasi lingkungan di suatu wilayah, semakin tinggi angka kepadatan lalat, maka menunjukan bahwa wilayah tersebut dalam kategori sanitasi yang buruk. Penyakit-penyakit yang ditularkan oleh lalat antara lain disentri, kolera, typhus perut, diare dan lainnya yang berkaitan dengan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk. Penularan penyakit ini terjadi secara mekanis, dimana kulit tubuh dan kaki-kakinya yang kotor merupakan tempat menempelnya microorganisme penyakit yang kemudian lalat tersebut hinggap pada makanan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksploratif dimana peneliti mencari angka kepadatan lalat di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional yaitu melakukan pengukuran sesaat menurut keadaan atau statusnya pada waktu observasi tanpa ada prosedur  lanjutan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kavling aktif dan pasif yang memungkinkan untuk dilakukan pengukuran yaitu berjumlah 3 kavling yaitu zona aktif 1, zona aktif 2 dan zona pasif. Masing-masing zona dilakukan pengukuran dengan fly grill pada 5 titik, dengan 10 kali pengulangan interval 30 detik. Pada zona aktif dilakukan penangkapan lalat dengan fly trap untuk identifikasi jenis lalat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistim pengolahan sampah di TPA air sebakul Kota Bengkulu menggunakan system Control Landfill. Tingkat kepadatan lalat tertinggi ada di zona aktif 1 dengan lima rata-rata tertinggi adalah 35 ekor, zona aktif 24,2 ekor dan zona pasif 18,52 ekor. Jenis lalat yang tertangkap sebagian besar adalah musca domestica (Lalat rumah) 73,56 % dan Calliphora vomitoria (lalat Hijau) 26,44 %. Kesimpulan : Tingkat kepadatan lalat di 3 zona adalah  zona aktif 1, aktif 2 dan zona pasif sangat padat. Disarankan untuk dilakukan pengendalian kepadatan lalat serta metode Control Landfill perlu diimplementasikan dengan baik.

 

Kata Kunci : control landfill, fly trap, kepadatan lalat


Full Text:

PDF PDF Turnitin

References


Azizah, R dan Heru R (2006). Studi Perbedaan Jarak Perumahan ke TPA Sampah Open Dumping dengan Indikator Tingkat Kepadatan Lalat dan Kejadian Diare (Studi di Desa Kenep Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan).http://www.journal.

Arum, R., Mursid Rahardjo, & Yunita, N. A.(2008). Analisis Hubungan Penyebaran Lindi TPA Sumurbatu terhadap Kualitas Air Tanah di Kelurahan Sumurbatu Kecamatan Bantar Gebang Bekasi tahun 2008. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 305–314. https://doi.org/10.13040/IJPSR.0975-8232.7(5).2122-26. diakses tanggal 25 Maret 2018.

Ali M.(2014) Rembesan Air Lindi (Leachate) Dampak pada Tanaman Pangan dan Kesehatan. 1st ed. Surabaya: UPN Press; 2011 4 p

Alfi Rahmi,Bambang Edison. (2019). Identifikasi Air Lindih (leachate) terhadap kualitas air disekitar TPA Tanjung Belit. Jurnal APTEK Vol.11 no.1 Januari 2019.Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian.

Anderson M, Kaufman PE. (2014). Common Green Bottle Fly or Shep Blow Fly Lucilia Sericata(neigen). Insecta:Dipteria: Calliphoridae 1.2014.

Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Bengkulu (2018). Profil Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Bengkulu 2018. Bengkulu

Departemen Kesehatan Republik Indonesia.(2014) Pedoman Pengendalian Lalat. Jakart: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 2014.2p.

Departemen Kesehatan RI. (2008). Pedoman Pengendalian Lalat di Pelabuhan. Jakarta: DitjenPPM dan PLP, Depkes RI.

Nuraini, Devi. 2001. Manajemen Pengendalian Lalat. Sumatera: Universitas Sumatera Utara.

Peraturan Pemerintah No 81 Tahun 2012. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. PP 81, tahun 2012

Sarah S, Nurmaini SD.(2015) Hubungan Kepadatan Lalat, Personal Hygiene dan Sanitasi dengan Kejadian Diare pada Balita di Lingkungan Kelurahan Medan Marelan Kota Medan. J Lingkungan dan Keselamatan Kerja. 2015; 4(3): 1-10. https://jurnal.usu.ac.id/index.php/lkk/article/view/10814.

Stafford KC.(2008). Fly Management Handbook: A Guide to biology, Dispersal,and Management of the House Fly and Related Flies for Farmer, Municipalities, and Public Health Officials. Connnect Agric Exp Stn.2008; (May) :38

Sigit SH, Upik KH. Hama Permukiman Indonesia.(2006) Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, 2006.

Shulman ST, Phair JP, Sammer HM. (1994). Dasar Biologis dan Klinis Penyakitb Infeksi.4 th ed.Yogyakarta: Gajah Mada University Press: 1994.

Sukmawati NL, Ginajar P, Hestiningsih R.(2018) Keanekaragaman Spesies Lalat dan Jenis Bakteri Kontaminan yang dibawah Lalat di Rumah Pemotongan Unggas (RPU) Semarang Tahun 2018. J kesehatan Masyarakat. 2019:7(1) 252-259. https ://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/

Terry, Pristya,Fajaria N, Azizah M. (2019) Kepadatan Lalat dan Hubungan dengan Diare disekitar Tempat Pemprosesan Akhir Sampah Kota Depok. Kesmas.2019;11(1);9-23. https://doi.org/10.20884/1.ki.2019.11.1.1321




DOI: https://doi.org/10.37638/jsk.27.3.9-17

Refbacks



Copyright (c) 2021 Pituari Pituari, Dirhan Dirhan, Murtiningsih Murtiningsih

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JURNAL SAINS KESEHATAN views Statistic JSK Jurnal Stat

JURNAL SAINS KESEHATAN indexed by:

Find in a library with WorldCat

Secretariat Office:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Mail  : Jalan Raya Hibrida No. 3, Sido Mulyo, Gading Cempaka, Sido Mulyo, Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38229
Telp  :(0736) 25091 Fax (0736) 23703
email: jsk@stikestrimandirisakti.ac.id

Copyright (c) Author
 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License